Ciri orang bertaqwa menurut al Quran

Kami adalah bagian dari Muslim Pergi Network, Penyedia layanan Manajemen Travel Umroh. Satu Paket Sistem untuk Kebutuhan Biro Travel Umroh Anda. Pengelolaan biro travel umroh menjadi lebih efisien dan maksimal sehingga diharapkan dapat meningkatkan penjualan paket.

Anda bisa mendapatkan informasi lebih lengkap tentang sistem melalui situs software umroh Muslim Pergi. Selain itu Anda juga dapat memperoleh aplikasi dengan cara menghubungi customer service dengan mengklik pilihan Hubungi Sekarang pada laman Muslim Pergi.

Hampir pada setiap acara pengajian atau cemarah, kita pasti mendengar kata taqwa. Bagi orang muslim pasti Anda sudah tak asing dengan kata itu. Taqwa sendiri berarti menjaga perintah Allah dan menghindari laranganNya.

Taqwa berarti taat kepada Allah, mengikuti segala perintahNya dan menjauhi apa yang dilarang. Seseorang yang bertaqwa akan selalu mendapat rahmat dan hidayah dari Allah SWT. Dalam Al-Qur’an telah dijelaskan bagaimana ciri orang bertaqwa, salah satunya adalah beriman kepada Allah dan selalu berbuat kebajikan.

1. Beriman kepada yang Ghaib, Mendirikan shalat, dan berinfaq

ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ يُنفِقُونَ

[yaitu] mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, [Q.S. al-Baqarah: 3].

2. Beriman kepada kitab-kitab Allah dan meyakini adanya akhirat.

وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأَخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ

dan mereka yang beriman kepada Kitab [Al Qur’an] yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya [kehidupan] akhirat . (Q.S. al-Baqarah: 4).

3. Beriman kepada: Allah, Hari akhir, para malaikat, kitab-kitab, para nabi; berinfaq, memerdekakan budak, mendirikan shalat, zakat, menepati janji dan sabar.

لَّيۡسَ ٱلۡبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ قِبَلَ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَلَـٰكِنَّ ٱلۡبِرَّ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ وَٱلۡمَلَـٰٓٮِٕڪَةِ وَٱلۡكِتَـٰبِ وَٱلنَّبِيِّـۧنَ وَءَاتَى ٱلۡمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَـٰمَىٰ وَٱلۡمَسَـٰكِينَ وَٱبۡنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآٮِٕلِينَ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّڪَوٰةَ وَٱلۡمُوفُونَ بِعَهۡدِهِمۡ إِذَا عَـٰهَدُواْ‌ۖ وَٱلصَّـٰبِرِينَ فِى ٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلۡبَأۡسِ‌ۗ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ‌ۖ وَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir [yang memerlukan pertolongan] dan orang-orang yang meminta-minta; dan [memerdekakan] hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar [imannya]; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Q.S.al-Baqarah: 177).

4. Berinfaq di waktu lapang atau sempit, menahan amarah, dan pemaaf.

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡڪَـٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ‌ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ

[yaitu] orang-orang yang menafkahkan [hartanya], baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan [kesalahan] orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Q.S. Ali-Imran: 134)

وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَـٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَہُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ

5. Berpuasa Ramadhan

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡڪُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِڪُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (Q.S.al-Baqarah:183)

6. Tidak Silau Keindahan duniawi

زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا وَيَسۡخَرُونَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ‌ۘ وَٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ فَوۡقَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ‌ۗ

Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat (Q.S.al-Baqarah: 212).

7. Selalu berbuat kebajikan.

وَمَا يَفۡعَلُواْ مِنۡ خَيۡرٍ۬ فَلَن يُڪۡفَرُوهُ‌ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِٱلۡمُتَّقِينَ

Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi [menerima pahala] nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Ali Imran:115).

8. Bersegera kepada ampunan Allah.

وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٍ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٲتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (Q.S. Ali Imran: 133)

9. Selalu mengingat Allah dan memohon ampun atas dosa-dosanya.

وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَـٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَہُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ

Dan [juga] orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (Q.S.Ali-Imran: 135).

10. Bersabar saat diuji harta dan dirinya.

لَتُبۡلَوُنَّ فِىٓ أَمۡوَٲلِڪُمۡ وَأَنفُسِڪُمۡ وَلَتَسۡمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَـٰبَ مِن قَبۡلِڪُمۡ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُوٓاْ أَذً۬ى كَثِيرً۬ا‌ۚ وَإِن تَصۡبِرُواْ وَتَتَّقُواْ فَإِنَّ ذَٲلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan [juga] kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (Q.S. Ali Imran: 186).

Sumber: percikaniman.org

Haji: Hukum dan Syarat Wajib

Al Qur’an surat Ali Imran pada ayat ke-97 mengandung isi tentang perintah Allah SWT untuk melaksanakan ibadah haji. Ayat tersebut berisi bahwa bagi orang-orang yang sanggup melakukan perjalanan ke Baitullah, berangkat haji pun menjadi suatu bentuk kewajiban umat muslim pada Allah.

Pengertian Tentang Ibadah Haji

Allah SWT memerintahkan para umat-Nya untuk melaksanakan haji serta wajib untuk dilakukan. Hal itu berdasarkan pada ayat Al Quran surat Ali Imran seperti yang sudah disebutkan di atas. Ayat itu juga bisa berarti jika seorang muslim tidak melaksanakannya, keislamannya pun tidak terlaksana.

Berikut pengertian beribadah haji di antaranya:

  • Haji mempunyai arti melakukan kunjungan ke tempat yang agung secara bahasa.
  • Sedangkan pengertian secara istilahnya yaitu haji juga dapat diartikan melakukan ziarah ke tempat-tempat dan waktu tertentu, dengan melaksanakan amalan yang diniatkan ibadah. Maksud tempat tertentu adalah pergi ke Ka’bah, Arafah, Muzdalifah, serta Mina.

Selanjutnya untuk waktu tertentunya yaitu berhaji hanya dilaksanakan ketika memasuki bulan-bulan haji saja, di antaranya seperti Syawal, Zulhijah, dan Zulkaidah. Lalu amalan tertentu yang dikerjakan merupakan serangkaian ibadah dalam berhaji.

Ibadah tersebut misalnya seperti rukun haji, wukuf, tawaf, sai, serta mabit di Muzdalifah dan Minah.

Hukum Melaksanakan Ibadah Haji

Setiap orang muslim yang sudah dewasa dan sudah memenuhi syarat, mempunyai kewajiban untuk pergi berhaji. Maksud dari syarat tersebut adalah mampu dalam hal fisik, ilmu, dan secara ekonominya mengadakan perjalanan ke Mekkah di Arab Saudi.

Kewajiban pelaksanaannya sendiri minimal dilakukan satu kali selama seumur hidup seorang umat muslim. Sehingga bisa berarti kewajiban haji sudah gugur jika seorang yang sudah memenuhi syarat telah pergi haji. Ibadah ini pun dapat dilakukan lebih dari sekali, apabila Anda menginginkannya.

4+ Syarat Wajib Berhaji

Syarat wajib di dalam pelaksanaan haji terdapat 5 macam. Hal itu berdasarkan pada pendapat para ulama. Adapun beberapa syaratnya di antaranya sebagai berikut ini:

  1. Beragama Islam

Seorang umat muslim wajib hukumnya untuk melaksanakan ibadah haji, maka selain agama Islam tidak ada hukum yang mewajibkannya. Anda bisa melakukannya jika seorang muslim dan sudah memenuhi syarat wajibnya.

  • Seorang yang Mempunyai Akal Sehat

Seorang muslim yang tidak gila atau berakal sehat diwajibkan berhaji. Hal itu berbeda dengan seseorang dengan akal tidak sehat, tidak ada kewajiban melakukannya. Orang gila tidak mempunyai beban atas kewajiban di dalam agama Islam.

  • Sudah Baligh

Baligh merupakan suatu kondisi seseorang yang usianya telah sampai pada tahap dewasa. Sehingga sudah bisa membedakan baik dan buruk. Pernyataan tersebut berarti anak kecil tidak berkewajiban untuk beribadah haji, hingga baligh usianya berdasarkan hadis riwayat Abu Daud No. 4403.

  • Merdeka

Merdeka mengandung pengertian seseorang yang bukan budak atau sudah bebas menjadi hamba sahaya tidak terikat atas tanggung jawab kepada tuannya.

  • Mampu

Mampu dapat diartikan seseorang yang mempunyai kemampuan untuk membayar biaya perjalanan pulang dan pergi haji, mencukupi nafkah keluarganya ketika ditinggal pergi haji, melunasi hutangnya jika ada, fisik dan berilmu manasik.

Berbicara tentang ibadah haji, Muslim Pergi mempunyai suatu software management haji dan umroh untuk hal itu. Ada berbagai penawaran menarik untuk kebutuhan Anda, mulai dari keberangkatan hingga pelaksanaan ketika beribadah haji.

Bahkan kami juga mempunyai aplikasi yang diperuntukkan agen dan para jamaah haji. Apabila Anda mempunyai bisnis di bidang ini, maka kebutuhan di lapangan akan terpenuhi. Sedangkan jamaah bisa memperoleh keuntungan penghitungan sai & thawaf secara otomatis, serta masih banyak lagi.

Anda bisa mendapatkan informasi lebih lengkap tentang sistem melalui situs aplikasi umroh Muslim Pergi. Selain itu Anda juga dapat memperoleh aplikasi dengan cara menghubungi customer service dengan mengklik pilihan Hubungi Sekarang pada laman Muslim Pergi.